Coffe Mate
Kursi disudut cafe itu begitu nyaman saat aku duduki, posisinya yang bisa menghadap keluar menatap para pejalan kaki dan kendaraan yang lewat membuat aku lupa waktu.
Dengan secangkir Coffe Latte yang aromanya selalu membuatku terjaga, dan Macbook ku pun tak henti memperdengarkan detak setiap tuts nya yang seakan menjadi tangga nada dan tembang indah disore hari seperti ini.
Diwaktu yang sama, dan ditempat yang sama aku suka termangu disini. dengan memainkan imaginasiku aku seakan masuk keduania yang berbeda. dan seperti biasa juga diwaktu dan tempat yang juga sepasang mata selalu mengawasi setiap gerak gerikku. Awalnya kehadirannya tidak pernah aku acuhkan, aku sibuk dengan duniaku, sehingga gak punya waktu harus memperhatikan sekelilingku.
Awalnya tidak ada pembicaraan hanya lewat tatapan saling memperhatikan dan hari hari selanjutnya kami hanya saling menganggukkan kepala, sampai suatu hari saat aku terlalu sibuk dengan tuts tuts macbookku, sapaan dengan suara yang berat menegurku. hahaha.... bagaikan sebuah cerita ataupun didalam sinetron bila ini harus aku sampaikan lewat tulisan ini. wakakaka... nikmati enjoy-it
Awalnya tidak ada pembicaraan hanya lewat tatapan saling memperhatikan dan hari hari selanjutnya kami hanya saling menganggukkan kepala, sampai suatu hari saat aku terlalu sibuk dengan tuts tuts macbookku, sapaan dengan suara yang berat menegurku. hahaha.... bagaikan sebuah cerita ataupun didalam sinetron bila ini harus aku sampaikan lewat tulisan ini. wakakaka... nikmati enjoy-it

Tidak ada komentar:
Posting Komentar