Kawah Ijen di Penghujug Desember 2016
Kawah ijen adalah Kawah terbesar di dunia,warna dari
kawah ini pun sangat cantik yaitu kehijauan biru,dan di sana terlihat banyak
orang yang bertambang belerang,dan kemudian belerang itu di jual ke
penampungan.dan banyak nya pohon pinus dan kebun kopi yang terdapat di sana
menjadi objek yang menarik.kawah ijen yang memiliki
kedalaman 200 m dan sangat luas ini,sangat ramai di kunjungi oleh orang sewaktu
liburan,ada yang berpasangan, ada juga yang datang dengan bersama keluarga atau
rombongan.Banyuwangi hanyalah satu dari seribu legenda dari Pegunungan Ijen di
ujung timur Pulau Jawa ini. Ada lagi legenda Banyupahit, Kawah Wurung, atau
kisah menak seperti Dhamarwulan. Tanah bergunung-gunung yang nyaris tak
tersentuh, terisolasi, dan bernuansa gelap ini banyak melahirlah aneka dongeng
dan kisah magis. Termasuk budaya santet yang ditakuti itu.
Dulu di Pegunungan Ijen adalah bagian dari Negeri Blambangan. Nama Blambangan mencuat
dalam sejarah tatkala rajanya, Menak Jinggo menolak mengakui kekuasaan
Majapahit. Perang antara Blambangan dan Majapahit lalu melahirkan kisah Menak
pada abad ke-14. Kisah yang menceritakan
perjuangan Dhamarwulan, pemuda dari rakyat biasa yang menjadi tukang arit tapi
mampu membunuh musuh kerajaan, Menak Jinggo. Dia lalu menikahi Ratu Majapahit,
Dewi Kencono Wungu, dan menjadi raja.
Nama
Ijen juga disebut-sebut tatkala seorang pangeran dari Kerajaan Wilis,
bergerilya melawan VOC dari balik lereng pegunungan Ijen pada tahun 1722.
Meski akhirnya kalah, kisah ini membuktikan Ijen sebagai tempat
persembunyian yang ideal bagi para pemberontak. Tanahnya yang bergunung-gunung
dan dipenuhi hutan lebat, sungguh menakutkan bagi orang luar. Kesan angker
begitu melekat di wilayah tak bertuan itersentuh tatkala kompeni Belanda menyewakan tanah yang amat luas di
daerah Besuki, Panarukan, Probolinggo dan sekitarnya kepada saudagar dan kapten
penduduk Cina di Surabaya yang kaya raya, Han Chan Pit dan saudaranya, Han Ki
Ko. Untuk menarik minat pekerja, mereka membagi-bagikan beras gratis saat ada
kelaparan. Dalam waktu singkat, datanglah 40 ribu pekerja asal Madura. Mereka
membuka lahan, bertanam padi dan sayuran, menggunakan sistem irigasi yang
teratur. Namun meletusnya pemberontakan para petani yang dipimpin Kiai Mas pada
1813 membuat tanah sewaan ini dibeli kembali oleh Rafles.
Kuayunkan langkah kakiku menuju
jalan yang mendaki, rasanya kaki ini gak sanggup menapak lagi. Hari ini aku
hanya bisa berdua saja berjalan menuju puncak ijen. Ketiga teman temanku sudah
gak kuat berjalan, mungkin dengan usia yang semakin senja ini dan terkuras saat
melakukan pendakian saat ke green bay, sisa tenaga yang seharusnya full kini
tinggal sisa keletihan saja. ku Coba mengobati sisa kecewa mereka
saat tidak sanggup melangkahkan kakinya untuk sampai kepuncak Ijen.
Kukuatkan hati ini untuk bisa
mencapai puncak, minimal masih ada yang menggantikan mereka untuk sampai
kesini. Ditengah
perjalanan tadi aku hampir putus asa. Rasanya sudah hampir ngak sanggup.
Indahnya Alam semesta ini. Aku yang
kurang bersyukur selama ini hanya tertunduk terdiam menikmati ciptaan Nya. Mungkin jika saja memungkinkan aku
ingin disini bersujud syukur sembari menatap matahari yang akan muncul diantara
kerasnya aroma belerang. Aku ingin menyampaikan rasa syukur serta doa doa yang
kusembunyikan disudut hatiku yang paling dalam. Namun khawatir dianggap aneh akhirnya kuurungkan niatku itu. Lewat Semilir air yang membawa aroma belerang, kutitipkan doaku yang paling dalam padaMu Ya Rabb, beri aku kesempatan untuk masih bisa mengcapkan rasa syukurku dan terimakasihku telah Kau hadirkan aku didunia ini lewat bunda dan ayahanda. Allah Hu Akbar....
![]() | |||||||
| Gapura menuju Puncaknya Kawah Ijen. |
by. Micideriy1425


Tidak ada komentar:
Posting Komentar