2 Syawal 1438 H atau lebih tepatnya 26 Juni 2017
Menjemput Sejemput Impian dikota Jogjakarta.
Diantara warung lesehan yang berjajar disepanjang jalan Malioboro tadinya kebayang makan burung dara yang begiu renyah, apalagi denting denting dari para pengamen jalanan bersenandung dengan tembang tembang yang begitu membuat hati menjadi Baper. (itu istilah anak-anak muda sekarang).
terdengar bagaikan tembang indah yang mampu mengucek ngucek hatiku saat tembang "Starla" mengalun begitu lembut. dengan aransmen yang baru sedikit bernuansa jazz lagu itu semakin menarik. Mata pengamen itu melalang jauh seakan tak berpijak pada dunia. Suaranya bergetar saat syair yang paling aku suka disenandungkan. Serasa sukmakupun ikutan melayang.
"Aku selalu berfkir tentang indah hari tua bersamamu, tetap cantik rambut panjangmu meskipun nanti tak hitam lagi... ntah mengapa perasaanku kembali bergetar mendengarkan syair itu lagi. denting denting indah membuat mataku berkaca kaca.
Sudah aku matikan perasaanku tentang ini, sudah mulai aku lupakan semua kisah yang sudah aku jalani, namun ntah mengapa dikota ini perasaan yang sudah hilang itu kembali hadir. Mungkin dipengaruhi suasana kota yang terasa romantis. Airmataku hampir jatuh, kuhapus airmata itu dan kukatakan pada wajah mungil yg didepanku kalau sambelnya pedas banget....
Jogja membuat banyak hal hal manis dimasa lampau terasa seakan baru saja aku jalani. Niatku untuk bersenang senang terganggu dengan memori yang sekuat tenaga kucoba untuk melupakannya. jadi ingat filmnya "kesempurnaan cinta", diawal dikatakan :
"Adakalanya seseorang itu diciptakan hanya untuk dihati kita, bukan di Hidup kita"
namun ada satu jawaban lagi dari cerita tersebut :
"Adakalanya seseorang itu diciptakan, untuk menggantikan yang hilang"
Kadang kala kita gak sadar, bahwa terkadang emosi kita terkuras hanya untuk sesuatu yang berguna, saat kita merindukannya, saat kita membutuhkannyahabis energi untuknya ternyata orang yang kita rindukan sudah tidak mengingat kita lagi. betapa bodoh dan sia sianya waktu dan usia yang terkuras untuk itu.
Bunyi bergemerincing terdengar didepanku yang membuatku tersadar kalau sang pengamen sudah menyelesaikan tembangnya. sambil tersenyum aku masukkan uang ribuan dan ucapan terimkasih dari bibir sipengamen membuatku ingin meminta tembang dari anjie, Semoga Kau Bahagia...
Syukurlah ngak jadi ntar dibilang benar benar Baper hehehe.
Menyelesaikan makan malam dan setelah itu menelusuri jalan disepanjang malioboro, ramainya minta ampun seakan susah untuk mencari moment yang layak untuk diabadikan.
Andai saja saat ini aku bisa menikmati jalan disepanjang Malioboro ini sambil bergandengan tangan denganmu, dan sesekali tertawa melihat tingkah tingkah lucu para badut, rasanya inilah surga duniaku itu. Mungkin saja sejenak menyandarkan kepalaku yang terlalu lelah berfikir tentang mu, yang terkadang muncul pertanyaan pertanyaan, saat ini sedang apa? kamu kangen tidak denganku.. akh pertanyaan bodoh.
Pukul 22.14 jogja masih ramai, bagaikan tidak ada malam, yang membedakan hanya gelapnya saja, kota ini seakan tidak tidur, dan orang orang yang ada disini semuanya masih beraktifitas seperti layaknya siang hari.
Hari ini kuhabiskan dengan menikmati malam yang begitu indah, namun terasa tidak lengkap tanpamu. Bodo amat aku masih hidup, meskipun dahulu berfikir bagaimana mungkin aku masih bisa menjalani hidup sedangkan hatiku sudah kaurenggut. BEGO buktinya kita sampai saat ini masih bisa menikmati hidupkan? cukup keluh kesahnya.. hidup tetap berjalan, ada atau tanpa dirimu. tapi aku tetap kangen kamu 😔
| Jogjakarta yang hiruk pikuk dengan gemerlapnya para pengamen dan penjual lesehan yang ada dikaki lima sepanjang Jalan Malioboro Jogjakata |
| Tetap yang dicari adalah Coffe, pengennya minum Caramel Machiato berhubung tidak ada cukup Cofeecino |
| Selfie pengen memperlihatkan betapa sekarang aku sudah begitu kurusnya hehehehe... |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar