Rabu, 28 Juni 2017

Hutan Pinus Bantul


Rabu, 28 Juni 2017

Meretas Impian diantara Pepohonan Pinus



Sebenarnya hutan yang ada di kawasan Resort Pengelolaan Hutan ini berada di Mangunan. Tetapi banyak orang yang menyebut hutan pinus ini dengan istilah Hutan Pinus Imogiri. Hal ini disebabkan karena lokasinya yang ditempuh ke arah hutan ini searah dengan situs makam Raja-Raja Imogiri. Padahal menurut catatan administratif hutan pinus bukan termasuk dalam kawasan Imogiri

 

 

Sejarah Hutan Pinus Mangunan

 

Sebelum Hutan Pinus Mangunan ini menjadi salah satu destinasi wisata, dahulunya hutan di kawasan Mangunan ini adalah sebuah tanah tandus. Kawasan hutan yang tandus ini dikarenakan adanya eksploitasi kayu-kayu yang cukup besar beberapa puluh tahun yang lalu. Hingga tanah tandus inilah yang kemudian direboisasi.
Bukan hanya tanaman pinus, tapi adapula jenis pohon lain seperti mahoni, akasia, kemiri dan kayu putih. Tanaman-tanaman tersebut ditanam di lahan yang luasnya sekitar 500 Ha. Namun sekarang, kawasan Mangunan, terutama bagian yang ditanami pohon pinus tak hanya berfungsi sebagai hutan lindung saja.
Kawasan ini juga juga dikelola sebagai salah satu tempat wisata yang sekarang banyak dikenal oleh banyak orang, yakni Hutan Pinus Mangunan, ada banyak fasilitas yang disediakan di tempat ini. Ada gardu pandang, panggung pertunjukan yang menyatu dengan alam, kamar mandi umum. Lalu adapula mushola dan warung-warung kecil yang menyediakan makanan dan minuman.




Dan Perjalananku kali ini adalah menjelajahi Kota Jogjakarta, hari Ketiga ini kuisi dengan mencoba menjamah Hutan Pinus. 
Hutan buatan yang sebelumnya daerah tersebut merupakan lahan yang tandus, kini berubah menjadi hijau dan terasa begitu akrab.

Hutan ini kini banyak dikunjungi oleh para wisatawan domestik, mengingat hutan ini kini sudah menjadi Viral didunia maya, gak salah bila anak anak muda yang mengatas namakan Cinta Indonesia untuk mampir dikota ini sekedar melihat dan mengunjungi bahwa ada satu kota Di Indonesia yang layak untuk dikunjungi.


Indahnya Indonesiaku, tapi tetap saja bangsa Indonesia masih memilih liburan diluar Negeri, baik Asia maupun Eropha. Tak Diungkiri kota yang ada di Luar Negeri memanglah sangat menarik untuk dikunjungi.  Eropha dengan bangunan Megahnya yang peninggalan dari Kaisar Romawi dan peninggalan bersejarah lainnya. 

Dan Di Jogja ini juga punya situs luar yang mendunia seperti  hari ini, dijogja merupakan suatu kehormatan kalau presiden Amerika B. Obama berkunjung ke Candi Borobudur. dan ini membuat kami yang sedang berlibur mengalamai kemacatan yang luar biasa dan tidak berani mengunjungi wisata yang luar biasa seperti ke Candi Borobudur, Prabanan dan yang lainnya. :)


Indahnya Kotaku tercinta ini, Jogja yang sarat dengan memori dan nuansa alami dengan Gudeg dan Wedang Jahenya. Yummy







 TANGAN RAKSASA DIHUTAN PINUS

Spot ini menjadi Favorite para pencinta Selfie ataupun yang lainnya. tempatnya unik dan bikin hati dag dig dug melihat kedalaman di bawah jemari tangan ini... 😙😚

Tangan Raksasa Di Hutan Pinus Bantul







Enak dilihat dan penuh dengan artistik tapi harus membutuhkan kesabaran yang luar biasa, mengingat spot ini banyak yang berminat untuk mengabadikan foto foto mereka. 
Aku sendiri mendapat nomor antrian 12, dan setiap antrian mungkin membutuhkan 3 sd 5 menit, belum lagi satu antrian terdiri dari rombongan. Waduuuh benar benar adu nyali kesabaran hanya untuk mengambil spot ini...  😔😕😖😟



Butuh nyali yang besar untuk bisa naik sampai keatas sana.




Sebagai penutup acara hari ini masih disempatkan untuk berayun - ayun diatara pohon pohon Pinus itu. syukurlah hari ini begitu  bersahabat tidak hujan dan tidak juga panas. Alhamdulillah hari ini merupakan hari yang sukses..😊😋😌😍

Next Trip berikutnya.....



















Selasa, 27 Juni 2017

Jogja Edisi Lebaran



2 Syawal 1438 H atau lebih tepatnya 26 Juni 2017

Menjemput Sejemput Impian dikota Jogjakarta.


Entah mengapa kota ini menjadi tempat kota yang katanya paling romantis, jika diluar negeri ada Kota Paris maka di Indonesia ada yang namanya Kota Gudeg atau yang lebih dikenal dengan kota Pelajar Jogjakarta. 

Diantara warung lesehan yang berjajar disepanjang jalan Malioboro tadinya kebayang makan burung dara yang begiu renyah, apalagi denting denting dari para pengamen jalanan bersenandung dengan tembang tembang yang begitu membuat hati menjadi Baper. (itu istilah anak-anak  muda sekarang). 
terdengar bagaikan tembang indah yang mampu mengucek ngucek hatiku saat tembang "Starla" mengalun begitu lembut. dengan aransmen yang baru sedikit bernuansa jazz lagu itu semakin menarik. Mata pengamen itu melalang jauh seakan tak berpijak pada dunia. Suaranya bergetar saat syair yang paling aku suka disenandungkan. Serasa sukmakupun ikutan melayang.
"Aku selalu berfkir tentang indah hari tua bersamamu, tetap cantik rambut panjangmu meskipun nanti tak hitam lagi... ntah mengapa perasaanku kembali bergetar mendengarkan syair itu lagi. denting denting indah membuat mataku berkaca kaca. 
Sudah aku matikan perasaanku tentang ini, sudah mulai aku lupakan semua kisah yang sudah aku jalani, namun ntah mengapa dikota ini perasaan yang sudah hilang itu kembali hadir. Mungkin dipengaruhi suasana kota yang terasa romantis. Airmataku hampir jatuh, kuhapus airmata itu dan kukatakan pada wajah mungil yg didepanku kalau sambelnya pedas banget.... 

Jogja membuat banyak hal hal manis dimasa lampau terasa seakan baru saja aku jalani. Niatku untuk bersenang senang terganggu dengan memori yang sekuat tenaga kucoba untuk melupakannya.  jadi ingat filmnya "kesempurnaan cinta", diawal dikatakan  :

"Adakalanya seseorang itu diciptakan hanya untuk dihati kita, bukan di Hidup kita"
namun ada satu jawaban lagi dari cerita tersebut :

"Adakalanya seseorang itu diciptakan, untuk menggantikan yang hilang"


Kadang kala kita gak sadar, bahwa terkadang emosi kita terkuras hanya untuk sesuatu yang berguna, saat kita merindukannya, saat kita membutuhkannyahabis energi untuknya ternyata orang yang kita rindukan sudah tidak mengingat kita lagi. betapa bodoh dan sia sianya waktu dan usia yang terkuras untuk itu.

Bunyi bergemerincing terdengar didepanku yang membuatku tersadar kalau sang pengamen sudah menyelesaikan tembangnya. sambil tersenyum aku masukkan uang ribuan dan ucapan terimkasih dari bibir sipengamen membuatku ingin meminta tembang dari anjie, Semoga Kau Bahagia... 
Syukurlah ngak jadi ntar dibilang benar benar Baper hehehe.

Menyelesaikan makan malam dan setelah itu menelusuri jalan disepanjang malioboro, ramainya minta ampun seakan susah untuk mencari moment yang layak untuk diabadikan.

Andai saja saat ini aku bisa menikmati jalan disepanjang Malioboro ini sambil bergandengan tangan denganmu, dan sesekali tertawa melihat tingkah tingkah lucu para badut, rasanya inilah surga duniaku itu. Mungkin saja sejenak menyandarkan kepalaku yang terlalu lelah berfikir tentang mu, yang terkadang muncul pertanyaan pertanyaan, saat ini sedang apa? kamu kangen tidak denganku.. akh pertanyaan bodoh.

Pukul 22.14 jogja masih ramai, bagaikan tidak ada malam, yang membedakan hanya gelapnya saja, kota ini seakan tidak tidur, dan orang orang yang ada disini semuanya masih beraktifitas seperti layaknya siang hari.
Hari ini kuhabiskan dengan  menikmati malam yang begitu indah, namun terasa tidak lengkap tanpamu. Bodo amat aku masih hidup, meskipun dahulu berfikir bagaimana mungkin aku masih bisa menjalani hidup sedangkan hatiku sudah kaurenggut. BEGO buktinya kita sampai saat ini masih bisa menikmati hidupkan? cukup keluh kesahnya.. hidup tetap berjalan, ada atau tanpa dirimu. tapi aku tetap kangen kamu  😔


Jogjakarta yang hiruk pikuk dengan gemerlapnya para pengamen dan penjual lesehan yang ada dikaki lima sepanjang Jalan Malioboro Jogjakata
Tetap yang dicari adalah Coffe, pengennya minum Caramel Machiato berhubung tidak ada cukup Cofeecino


Selfie pengen memperlihatkan betapa sekarang aku sudah begitu kurusnya hehehehe... 










































Sabtu, 20 Mei 2017

Sejenak meretas Rindu in Medan


21 Mei 2017

Nyekar untukmu 20 Mei 2017


Jalanan disini tidak banyak jauh yang berubah, jika dihitung sepanjang waktu yang kutinggalin hampir 6 tahun sudah namun tak banyak yang berubah.
Meretas rinduku menjelang Ramadhan yang  akan tiba tidak akan lama lagi, lebih kurang satu minggu Ramadhan kan kujelang, ayah bunda juga akan hadir dirumah kami yang terbilang sederhana.
Tanah perkuburannya kering oleh teriknya matahari semoga tidak sekering anak anaknya yang lupa membacakan al fatiha dan al ikhlas untukmu Bunda dan ayahanda.

sejemput doa kuberikan ayah bunda, Alfatiha dan Al Ikhlas semoga menjadi penyejuk di alam kuburmu

Semoga kembang ini juga menjadi tasbih dan zikir kami untukmu dan air yang ksiramkan menjadi penyejukmu di alam yang tidak kami ketahui seperti apa, namun satu hari nanti aku akan kesana jua berkumpul bersammu buda dan ayahanda tercinta.

anak anak ini selalu meneaniku mereka kecil yang hatinya lurus dan bersih menemaniku membacakan ayat ayat suci Al Quran, semoga bacaan bcah bocah ini didengarkan oleh para Malaikat dan diijabah


Bila teringat syair Kain putih, merinding mengingatnya, betapa tidak amalan belum cukup tapi maut sewaktu waktu siap menjemput.






















Minggu, 14 Mei 2017



Coffe Mate 


Kursi disudut cafe itu begitu nyaman saat aku duduki, posisinya yang bisa menghadap keluar menatap para pejalan kaki dan kendaraan yang lewat membuat aku lupa waktu. 
Dengan secangkir Coffe Latte yang aromanya selalu membuatku terjaga, dan Macbook ku pun tak henti memperdengarkan detak setiap tuts nya yang seakan menjadi tangga nada dan tembang indah disore hari seperti ini.
Diwaktu yang sama, dan ditempat yang sama aku suka termangu disini. dengan memainkan imaginasiku aku seakan masuk keduania yang berbeda. dan seperti biasa juga diwaktu dan tempat yang juga sepasang mata selalu mengawasi setiap gerak gerikku. Awalnya kehadirannya tidak pernah aku acuhkan, aku sibuk dengan duniaku, sehingga gak punya waktu harus memperhatikan sekelilingku.

Awalnya tidak ada pembicaraan hanya lewat tatapan saling memperhatikan dan hari hari selanjutnya kami hanya saling menganggukkan kepala, sampai suatu hari saat aku terlalu sibuk dengan tuts tuts macbookku, sapaan dengan suara yang berat menegurku. hahaha....  bagaikan sebuah cerita ataupun didalam sinetron bila ini harus aku sampaikan lewat tulisan ini. wakakaka... nikmati enjoy-it




Sabtu, 13 Mei 2017

Tentang Persahabatan



SANG PENULIS  - Micideriy

Milan - Italia
Aku bukanlah seseorang yang pintar mengurai kata kata yang indah untuk dituliskan dalam satu tulisan, aku hanyalah seorang yang hanya bisa menyampaikan kata hatinya  lewat tulisan ini. Memang tidak indah, memang tidak menarik, tapi yang aku sampaikan benar jujur dari kata hatiku yang paling dalam.

Beberapa catatan penting yang telah aku sampaikan lewat blog ini juga semoga bisa menjadi kenangan buat teman teman yang lain.
Banyak cerita lucu, membahagia kan serta kadang ada yang membuatku jengkel juga. Tapi aku sadari dalam pertemanan juga hal hal ini sering kali juga terjadi. berbeda pendapat, beda visi kadangkala melahirkan sikap yang kurang sesuai dengan apa yang ingin kita harapkan.

Blog ini mungkin menjadi penyampai hasrat yang sering kali meronta dalam batinku, aku bukan pintar mengungkap rasa, tapi cerita perjalanan kali merupakan bukan perjalanan kami yang pertama. sebelumnya kami juga sudah melakukan beberapa kali perjalanan, seperti ke Korea dan yang kemarin juga ada perjalan ke Kuala Lumpur dan domestik ke Banyuwangi dan sekitarnya.

Kami gak pernah mengenal yang namnya Backpaker-an bukan karena banyak duit, tapi karena kami sudah terlalu letih harus mikir sendiri.
kebiasaan buruk yang semuanya mau serba jadi dan perfect. tapi kalau difikir juga emang enakan pakai travel, semua perjalanan sudah diatur dan waktunya selalu cukup dan pas. meskipun terkadang kita kekurangan waktu dan belum puas.

Nah kalau bicara tentang PUAS tiap orang pasti berbeda, buatku hal yang sudah cukup puas, mungkin akan beda dengan para Backpakeran sejati, waktu dan tempat diatur sendiri dan sesuai dengan keinginan dan maunya.


PERSAHABATAN


Sahabat itu diumpamakan seperti tangan, saat mata menangis tangan/jemari akan mengusap airmata itu, dan saat tangan /jemari terluka maka mata akan menangis. Indah dan saling ketergantungan.

Sahabat-sahabatku saat ini bukan terdiri dari satu kota, dahulu kami berangkat dari kota yang sama dan satu perusahaan yang sama, kita ada tigakota yang saling berjauhan. Medan, Surabaya dan Jakarta.
Untuk kami tidak ada jarang yang bisa memisahkan persahabatan dan hati kami. Kami bersahabat dan saling menjaga satu sama lain. Sifat kami saling bertentangan, menjadi corak dan warna keindahan. suara suara yang seringkali menjadi adu argumen menjadi tembang indah yang tidak akan pupus oleh waktu.


Seorang sahabat yang baik bukan dia yang pandai meminta tetapi dia yang pandai menerima, menghasihi serta dapat memberi kenyamanan dalam persahabatan.

Disaat aku tak mampu berdiri sendiri, kamu selalu hadir untuk enegakkanku. Ketika aku membutuhkan bahu utnuk menangis, kamu selalu ada utnuk menampung kesedihanku. Kamulah satu satunya sahabat terbaikku.

Seorang sahabat tidak perlu ada saat senang, karena sahabtku selalu hadir dikala susah dan 
untuk menyenangkanku.


Hanya Cinta yang bisa membuat orang bahagia, uang pula yang bisa buat dunia berubah, tapi sahabatku yang membuat hidupku jauh lebih berarti.

Sahabat sejati ialah dia yang tidak pernah meninggalkanmu, bahkan ketika kamu telah melakukan hal buruk baginya.

Terimakasihku untuk para sahabt yang selalu ada untukku dan tidak pernah meninggalkanku.


Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, bahkan dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan dan didengar-diabaikan. Namun semua itu tidak dilakukan dengan tujuan kebencian.

meskipun kalian jauh semua tapi jarak gak akan bisa memisahkan kita



by. Micideriy1425

Meskipun berkilo kilo jarak yang memisahkan kita, tapi kamu tak pernah terlupakan, karena persahabatan tidak diukur dari seberapa jauh jarak, tapi dengan hati yang tulus.

Sahabat sejati adalah seorang yang selalu mengisi hari hari dengan canda tawa, menangis bersama dan memeluk dikala tak kuat berdiri.


























Jumat, 21 April 2017

VENICE dipenghujung Mentari Pagi


Venice, Italia Roma – 20 sd 23 April 2017 – (Hari 8 sd 10)


Saat kita mendengar kata Romantis, maka terbayang dipelupuk mataku tentang kota yang begitu indah Venice Roma Italia.
Saat yang paling aku nantikan saat jejak langkahku menapaki tanah yang begitu indah dan penuh dengan Cerita cinta.  Disini bukan Jabal Rahmah yang semua permohonan dalam titik pertemuan yang dikabulkan, namun apapun itu doa untukku adalah dimanapun sama, yang membedakan ikhlas doanya dan hasrat cara penyampaian yang berbeda. Dimanapun Allah selalu ada, dimanapun para malaikat akan bisa mengijabah doa doa ummatnya Muhammad SAW.

Cerita ini aku mulai dari titik saat dimana aku menatap sungai Reihn yang begitu panjang dan begitu indahnya. Diantara bangunan tua bergaya Gotik membuat suasana hatiku tambah merasa begitu sepinya diantara keramaian orang orang yang silih berganti melewati jalanan ini.


kata tour leaderku, jembatan ini yang Diantara dua bangunan memberikan kisah yang cukup menyedihkan.
Diantara 2 bangunan ini ada sebuah Jembatan yang disebut juga JEMBATAN KESEDIHAN, dimana jembatan yg berada disebelah kiri adalah tempat pengadilan sedangkan yang disebelah kanan adalah tempat penghukuman. Maka sebelum menjalani  masa penghukuman tersebut maka sebagai detik terakhir untuk melihat Matahari ada satu kesempatan untuk bisa memandang matahari diatas jembatan. Kisah Ini yang dialami seorang Casanova saat dilaksanakan penghukumannya atas dirinya.

Mitos lain romantis tentang sebuah jembatan di Venesia? Di kota kanal berpemandangan indah ini ada sebuah jembatan yang dipercaya bisa melanggengkan cinta para pasangan. Banyak pasangan yang berciuman di bawahnya sambil menaiki gondola untuk menjadikan cinta mereka abadi. Nama jembatan ini adalah Ponte dei Sospiri atau Jembatan Desah.

Venesia merupakan salah satu tempat yang diklaim sebagai kota paling romantis. Sudah sejak lama kota ini menjadi tujuan favorit untuk para pasangan yang ingin berlibur berdua. Dan kalau kita sudah berkunjung ke kota ini kita pasti tahu Ponte dei Sospiri. Ponte dei Sospiri adalah sebuah jembatan dari batu kapur berwarna putih yang melintang di atas Rio di Palazzo. Dulunya jembatan ini menghubungkan Penjara Prigioni Nuove dan ruang interogasi di Istana Doge.
Salah satu kota tercantik Romantis di dunia, Venesia. Venesia (atau Venice) bukanlah kota biasa, karena ia merupakan kumpulan 117 pulau kecil, lebih dari 170 kanal, serta ratusan jembatan antar pulau. Struktur bangunan bergaya Byzantium dengan café-café ala renaissance berjejer rapi memenuhi sisi pulau. Kota ini sarat sejarah, Marco Polo memulai lawatannya ke Timur Jauh dari kota ini.  Cassanova mengukir kisah percintaannya di sini.  Dinding dan labirin kota adalah saksi bisu yang tak terkikis zaman.
Baru saja aku melangkahkan kakiku saat tiba tiba saja terdengar bunyi notifikasi di Iphone 7.  Sebuah pesan masuk.  Singkat saja: KAMU LAGI APA?


Akh meskipun aku bersama dengan teman teman, aku merasakan seakan Sendirian menyusuri pelataran ini. di tengah keramaian turis yang memberi makan  merpati liar.  Tak kubalas pesan darimu.  Sekilas teringat kejadian 7 tahun yang lalu. saat kau menyalahkanku atas hal-hal (yang menurutku) sangat sepele.  Kamu dan aku benar benar keras kepala.



Menikmati betapa indahnya Grand Canal bagaikan lukisan  dengan aksentuasi gondolanya. Sekelebat aku teringat adegan film The Tourist-nya Angelina Jolie & Johnny Depp yang berlokasi di tempat ini.  Tepat di bawah jembatan tampak berjajar rapi café dengan nuansa warna kesukaanku.  Sesekali gondola dan vaporetto (bus air) berseliweran mengangkut para turis. Di Piazza San Marco kami menaiki gondola. Sebuah gondola berukuran cukup panjang (5 s/d 7 meter), mayoritas berwarna hitam dengan hiasan bunga-bunga di kursinya, terlihat seperti diperuntukkan bagi pasangan bulan madu.  Dan aku merasakan kesunyian yang sarat dengan kesendirian.

Beberapa gondola yang kutemui membawa pasangan yang berpegangan tangan dan tertawa bahagia ditambah dengan alunan suara gondolier (orang yang membawa gondola) menyanyikan lagu-lagu romantis di sepanjang jalan. Tiba-tiba ku teringat KAMU, Airmataku nyaris jatuh untungnya aku punya sahabat yang selalu membuatku tertawa, hingga perasaan perih itu sedikit terlupakan.

menikmati kayuhan diatas gondola venice

hanya bisa melambaikan jemariku saat moment indah ini harus diabadikan
Aku berusaha menenangkan hati dengan memainkan Iphone 7. 10 menit berlalu, aku kembali berpapasan dengan gondola lain. Kali ini membawa pasangan yang sedang berciuman, lewat begitu saja sementara aku terduduk diam sambil memalingkan kepala.  Mungkin sungkan atau mungkin tertohok atau sakit hati hick hick sakitnya

Aku menengadah ke atas, matahari pagi yang berbenturan dengan awan membentuk sebuah siluet abstrak nan indah, sebagian sinarnya menyeruak ke labirin sungai yang berwarna kehijauan, dan di atas jembatan tampak pasangan tua yang sedang berpelukan. Seketika aku merasakan aura romantisme yang menyesakkan dada. Harus kuakui, ini sungguh suatu pagi yang begitu indah tapi menyakitkan.
Kembali ke Piazza San Marco, orang-orang semakin ramai. Beberapa burung camar terbang melewati sisi tiang-tiang di Doge Plaza. Beberapa turis terdengar berteriak-teriak memanggil sebuah nama ketika aku melewati Gereja Basilica.
Dan akupun ingin berteriak memanggil namamu, yang syarat dengan kerinduanku yang memuncak. Kangen banget sama kamu sayang,…

Saat mau kembali keperahu bersama dengan teman teman yang lain, sejenak  Aku terhenti di pinggiran kanal. Pantulan sinar matahari seakan membentuk suatu tarian yang magis. Ingatanku kembali padamu. Entah apa yang sedang kau lakukan di sebuah tempat berjarak ribuan kilometer dari tempatku berdiri sekarang, adakah sesaat saja memikirkan aku? Aku gak tahu lagi seperti apa perasaanmu padaku, yang kurasakan tatapanmu semakin hari semakin dingin. Akh kerinduan yang menyeruak ini tiba tiba membeku, membayangkan dirimu.  Kuambil ponsel dari dalam tas, jam menunjukkan pukul 11 siang, berarti jam 4 sore waktu Jakarta. (tidak ada Notifikasi yang baru masuk)

Seharusnya aku segera mengirimkan jawaban atas pertanyaanmu tadi pagi. Namun aku ragu, egoku mulai meracuni otak untuk tidak menjawab pesan. Aku belum bisa menerima bahwa diantara kita kini hanya sebagai sahabat saja, dan aku tidak suka dengan perhatian perhatian yang menurutku kini sudah gak berguna. Hati kecilku masih mengharapkan kalau diantara kita masih bisa diperbaiki. Tapi kamu. Sikapmu tak akan pernah bisa berubah,  dan itu akan terus menyakiti hatiku meskipun itu bukan tanpa sadarmu.
Aku kembali mengedarkan pandangan di seputar kanal. Sepi namun indah. Tiba-tiba aku merasa dirimu ada di dekatku sekarang, begitu dekat hingga seakan aku merasakan aroma tubuhmu, dan dengus nafasmu, dan kita bergandengan tangan menikmati kesunyian seperti yang biasa kita lakukan. Angin dingin memaksaku untuk beranjak kembali dan bergabung dengan teman temanku yang lain.  Kata hati kecil  I wish you were here”



Matahari yang semakin tinggi dengan sinar yang begitu menerpa tubuh, menampakkan pemandangan luar biasa. Beberapa pasangan yang kutemui tampak bergandengan tangan dan berpelukan menikmati pemandangan. God, kenapa aku harus bertemu dengan pasangan-pasangan ini? Sebuah siksaan. Jangan-jangan memang aku yang salah. Seharusnya aku memang jangan pernah mengunjungi kota ini, sendirian. Jangan pernah.
Aku teringat ucapan beberapa orang yang bilang bahwa Paris adalah Kota Cinta. Namun di Venesia kutemukan banyak cinta menyatu dengan indahnya bangunan klasik, gondola, udara sejuk, serta bunyi riak air di tepian kota. Detaknya seakan menyatu dengan detak jantungku yang semakin berdentum berteriak karena sepi yang begitu menggigit.
Akhirnya kududuk di deretan bangku kosong di sudut kapal, berusaha merekam dan menikmati semua yang ada di depanku, Pelan terdengar senandung lagu yang lembut keluar dari mulut sahabatku, Last Child

“telah  habis sudah cinta ini, tak lagi tersisa untuk dunia, karena tlah kuhabiskan sisa cintaku hanya untukmu…,
Aku selalu berfikir tentang, hiduku tanpa ada dirimu, dapatkah lebih indah dari yang kujalani sampai kini.
Aku selalu bermmpi tentang, indah hari tua bersamamu, tetap cantik rambut indahmu, meskipun nanti tak hitam lagi…
Dan airmata inipun merembes jatuh diantara pipiku yang mulai sejuk terkena hembusan angin yang dingin dan kemudian aku merebahkan kepalaku dibahu sahabatku. Aku hanya katakan numpang sejenak ya.. sambil memberikan seulas senyum.. mataku terpejam yang terbayang adalah rayimu yg memenuhi seluruh isi kepalaku.
Ingin rasanya berbagi apa yang kulihat saat ini padamu. Ingin rasanya kau menikmati apa yang sedang kunikmati saat ini. Ingin rasanya semua keindahan ini mematahkan semua ego yang ada. Ingin rasanya kita hanya duduk diam. Hanya diam sambil berpeluk mesra. Entah bagaimana perasaanmu saat ini.

Aku menikmati keheninganku sendiri  Bahwa cinta ternyata bergerak dalam keheningan, ia bergelora, membara, menyala, tanpa kata, merasuk dalam jiwa. Seperti cinta kita yang terus berdenyut bagaikan nadi yang ada dipembuluh darahku, bertualang menjelajahi  melintas negara, benua dan samudera. Lekas kubuka tas ransel, mengambil ponsel untuk mengirimkan sebuah pesan lewat WA yang sangat ingin kukirimkan sejak awal tiba di kota ini. Venesia telah berhasil mengobrak abrik ego-ku, menyadarkan kembali  bahwa aku tidak bisa lepas dari cinta. I miss you so much namun pesan itu hanya sebatas tulisan saja, tanpa bisa aku kirimkan.
Aku hanya bisa berdoa dalam diamku disini sambil menyeka airmata yang turun, doa yang terlampir disudut kota ini adalah bentuk pelukan hangat dariku untukmu disana. Saranghe…

sesaat sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju Vatikan

Gak sempat berfoto bersama dengan para Gondolier...






"PAHLAWAN ENERGY"

    kesibukan rutinitas yang sangat padat, memastikan bahwa penyaluran gas yang terdistribusi dengan baik, dan memastikan tidak ada compl...