Jumat, 21 April 2017

VENICE dipenghujung Mentari Pagi


Venice, Italia Roma – 20 sd 23 April 2017 – (Hari 8 sd 10)


Saat kita mendengar kata Romantis, maka terbayang dipelupuk mataku tentang kota yang begitu indah Venice Roma Italia.
Saat yang paling aku nantikan saat jejak langkahku menapaki tanah yang begitu indah dan penuh dengan Cerita cinta.  Disini bukan Jabal Rahmah yang semua permohonan dalam titik pertemuan yang dikabulkan, namun apapun itu doa untukku adalah dimanapun sama, yang membedakan ikhlas doanya dan hasrat cara penyampaian yang berbeda. Dimanapun Allah selalu ada, dimanapun para malaikat akan bisa mengijabah doa doa ummatnya Muhammad SAW.

Cerita ini aku mulai dari titik saat dimana aku menatap sungai Reihn yang begitu panjang dan begitu indahnya. Diantara bangunan tua bergaya Gotik membuat suasana hatiku tambah merasa begitu sepinya diantara keramaian orang orang yang silih berganti melewati jalanan ini.


kata tour leaderku, jembatan ini yang Diantara dua bangunan memberikan kisah yang cukup menyedihkan.
Diantara 2 bangunan ini ada sebuah Jembatan yang disebut juga JEMBATAN KESEDIHAN, dimana jembatan yg berada disebelah kiri adalah tempat pengadilan sedangkan yang disebelah kanan adalah tempat penghukuman. Maka sebelum menjalani  masa penghukuman tersebut maka sebagai detik terakhir untuk melihat Matahari ada satu kesempatan untuk bisa memandang matahari diatas jembatan. Kisah Ini yang dialami seorang Casanova saat dilaksanakan penghukumannya atas dirinya.

Mitos lain romantis tentang sebuah jembatan di Venesia? Di kota kanal berpemandangan indah ini ada sebuah jembatan yang dipercaya bisa melanggengkan cinta para pasangan. Banyak pasangan yang berciuman di bawahnya sambil menaiki gondola untuk menjadikan cinta mereka abadi. Nama jembatan ini adalah Ponte dei Sospiri atau Jembatan Desah.

Venesia merupakan salah satu tempat yang diklaim sebagai kota paling romantis. Sudah sejak lama kota ini menjadi tujuan favorit untuk para pasangan yang ingin berlibur berdua. Dan kalau kita sudah berkunjung ke kota ini kita pasti tahu Ponte dei Sospiri. Ponte dei Sospiri adalah sebuah jembatan dari batu kapur berwarna putih yang melintang di atas Rio di Palazzo. Dulunya jembatan ini menghubungkan Penjara Prigioni Nuove dan ruang interogasi di Istana Doge.
Salah satu kota tercantik Romantis di dunia, Venesia. Venesia (atau Venice) bukanlah kota biasa, karena ia merupakan kumpulan 117 pulau kecil, lebih dari 170 kanal, serta ratusan jembatan antar pulau. Struktur bangunan bergaya Byzantium dengan café-café ala renaissance berjejer rapi memenuhi sisi pulau. Kota ini sarat sejarah, Marco Polo memulai lawatannya ke Timur Jauh dari kota ini.  Cassanova mengukir kisah percintaannya di sini.  Dinding dan labirin kota adalah saksi bisu yang tak terkikis zaman.
Baru saja aku melangkahkan kakiku saat tiba tiba saja terdengar bunyi notifikasi di Iphone 7.  Sebuah pesan masuk.  Singkat saja: KAMU LAGI APA?


Akh meskipun aku bersama dengan teman teman, aku merasakan seakan Sendirian menyusuri pelataran ini. di tengah keramaian turis yang memberi makan  merpati liar.  Tak kubalas pesan darimu.  Sekilas teringat kejadian 7 tahun yang lalu. saat kau menyalahkanku atas hal-hal (yang menurutku) sangat sepele.  Kamu dan aku benar benar keras kepala.



Menikmati betapa indahnya Grand Canal bagaikan lukisan  dengan aksentuasi gondolanya. Sekelebat aku teringat adegan film The Tourist-nya Angelina Jolie & Johnny Depp yang berlokasi di tempat ini.  Tepat di bawah jembatan tampak berjajar rapi café dengan nuansa warna kesukaanku.  Sesekali gondola dan vaporetto (bus air) berseliweran mengangkut para turis. Di Piazza San Marco kami menaiki gondola. Sebuah gondola berukuran cukup panjang (5 s/d 7 meter), mayoritas berwarna hitam dengan hiasan bunga-bunga di kursinya, terlihat seperti diperuntukkan bagi pasangan bulan madu.  Dan aku merasakan kesunyian yang sarat dengan kesendirian.

Beberapa gondola yang kutemui membawa pasangan yang berpegangan tangan dan tertawa bahagia ditambah dengan alunan suara gondolier (orang yang membawa gondola) menyanyikan lagu-lagu romantis di sepanjang jalan. Tiba-tiba ku teringat KAMU, Airmataku nyaris jatuh untungnya aku punya sahabat yang selalu membuatku tertawa, hingga perasaan perih itu sedikit terlupakan.

menikmati kayuhan diatas gondola venice

hanya bisa melambaikan jemariku saat moment indah ini harus diabadikan
Aku berusaha menenangkan hati dengan memainkan Iphone 7. 10 menit berlalu, aku kembali berpapasan dengan gondola lain. Kali ini membawa pasangan yang sedang berciuman, lewat begitu saja sementara aku terduduk diam sambil memalingkan kepala.  Mungkin sungkan atau mungkin tertohok atau sakit hati hick hick sakitnya

Aku menengadah ke atas, matahari pagi yang berbenturan dengan awan membentuk sebuah siluet abstrak nan indah, sebagian sinarnya menyeruak ke labirin sungai yang berwarna kehijauan, dan di atas jembatan tampak pasangan tua yang sedang berpelukan. Seketika aku merasakan aura romantisme yang menyesakkan dada. Harus kuakui, ini sungguh suatu pagi yang begitu indah tapi menyakitkan.
Kembali ke Piazza San Marco, orang-orang semakin ramai. Beberapa burung camar terbang melewati sisi tiang-tiang di Doge Plaza. Beberapa turis terdengar berteriak-teriak memanggil sebuah nama ketika aku melewati Gereja Basilica.
Dan akupun ingin berteriak memanggil namamu, yang syarat dengan kerinduanku yang memuncak. Kangen banget sama kamu sayang,…

Saat mau kembali keperahu bersama dengan teman teman yang lain, sejenak  Aku terhenti di pinggiran kanal. Pantulan sinar matahari seakan membentuk suatu tarian yang magis. Ingatanku kembali padamu. Entah apa yang sedang kau lakukan di sebuah tempat berjarak ribuan kilometer dari tempatku berdiri sekarang, adakah sesaat saja memikirkan aku? Aku gak tahu lagi seperti apa perasaanmu padaku, yang kurasakan tatapanmu semakin hari semakin dingin. Akh kerinduan yang menyeruak ini tiba tiba membeku, membayangkan dirimu.  Kuambil ponsel dari dalam tas, jam menunjukkan pukul 11 siang, berarti jam 4 sore waktu Jakarta. (tidak ada Notifikasi yang baru masuk)

Seharusnya aku segera mengirimkan jawaban atas pertanyaanmu tadi pagi. Namun aku ragu, egoku mulai meracuni otak untuk tidak menjawab pesan. Aku belum bisa menerima bahwa diantara kita kini hanya sebagai sahabat saja, dan aku tidak suka dengan perhatian perhatian yang menurutku kini sudah gak berguna. Hati kecilku masih mengharapkan kalau diantara kita masih bisa diperbaiki. Tapi kamu. Sikapmu tak akan pernah bisa berubah,  dan itu akan terus menyakiti hatiku meskipun itu bukan tanpa sadarmu.
Aku kembali mengedarkan pandangan di seputar kanal. Sepi namun indah. Tiba-tiba aku merasa dirimu ada di dekatku sekarang, begitu dekat hingga seakan aku merasakan aroma tubuhmu, dan dengus nafasmu, dan kita bergandengan tangan menikmati kesunyian seperti yang biasa kita lakukan. Angin dingin memaksaku untuk beranjak kembali dan bergabung dengan teman temanku yang lain.  Kata hati kecil  I wish you were here”



Matahari yang semakin tinggi dengan sinar yang begitu menerpa tubuh, menampakkan pemandangan luar biasa. Beberapa pasangan yang kutemui tampak bergandengan tangan dan berpelukan menikmati pemandangan. God, kenapa aku harus bertemu dengan pasangan-pasangan ini? Sebuah siksaan. Jangan-jangan memang aku yang salah. Seharusnya aku memang jangan pernah mengunjungi kota ini, sendirian. Jangan pernah.
Aku teringat ucapan beberapa orang yang bilang bahwa Paris adalah Kota Cinta. Namun di Venesia kutemukan banyak cinta menyatu dengan indahnya bangunan klasik, gondola, udara sejuk, serta bunyi riak air di tepian kota. Detaknya seakan menyatu dengan detak jantungku yang semakin berdentum berteriak karena sepi yang begitu menggigit.
Akhirnya kududuk di deretan bangku kosong di sudut kapal, berusaha merekam dan menikmati semua yang ada di depanku, Pelan terdengar senandung lagu yang lembut keluar dari mulut sahabatku, Last Child

“telah  habis sudah cinta ini, tak lagi tersisa untuk dunia, karena tlah kuhabiskan sisa cintaku hanya untukmu…,
Aku selalu berfikir tentang, hiduku tanpa ada dirimu, dapatkah lebih indah dari yang kujalani sampai kini.
Aku selalu bermmpi tentang, indah hari tua bersamamu, tetap cantik rambut indahmu, meskipun nanti tak hitam lagi…
Dan airmata inipun merembes jatuh diantara pipiku yang mulai sejuk terkena hembusan angin yang dingin dan kemudian aku merebahkan kepalaku dibahu sahabatku. Aku hanya katakan numpang sejenak ya.. sambil memberikan seulas senyum.. mataku terpejam yang terbayang adalah rayimu yg memenuhi seluruh isi kepalaku.
Ingin rasanya berbagi apa yang kulihat saat ini padamu. Ingin rasanya kau menikmati apa yang sedang kunikmati saat ini. Ingin rasanya semua keindahan ini mematahkan semua ego yang ada. Ingin rasanya kita hanya duduk diam. Hanya diam sambil berpeluk mesra. Entah bagaimana perasaanmu saat ini.

Aku menikmati keheninganku sendiri  Bahwa cinta ternyata bergerak dalam keheningan, ia bergelora, membara, menyala, tanpa kata, merasuk dalam jiwa. Seperti cinta kita yang terus berdenyut bagaikan nadi yang ada dipembuluh darahku, bertualang menjelajahi  melintas negara, benua dan samudera. Lekas kubuka tas ransel, mengambil ponsel untuk mengirimkan sebuah pesan lewat WA yang sangat ingin kukirimkan sejak awal tiba di kota ini. Venesia telah berhasil mengobrak abrik ego-ku, menyadarkan kembali  bahwa aku tidak bisa lepas dari cinta. I miss you so much namun pesan itu hanya sebatas tulisan saja, tanpa bisa aku kirimkan.
Aku hanya bisa berdoa dalam diamku disini sambil menyeka airmata yang turun, doa yang terlampir disudut kota ini adalah bentuk pelukan hangat dariku untukmu disana. Saranghe…

sesaat sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju Vatikan

Gak sempat berfoto bersama dengan para Gondolier...






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"PAHLAWAN ENERGY"

    kesibukan rutinitas yang sangat padat, memastikan bahwa penyaluran gas yang terdistribusi dengan baik, dan memastikan tidak ada compl...